Pada mulanya, gas ketawa hanya digunakan sebagai alat untuk menghibur
dalam suatu pertunjukan. Revolusi penggunaan gas ketawa dari sekedar
alat hiburan menjadi obat pemati rasa bermula dari peristiwa pada 10
Desember 1844. Pada tanggal tersebut, seorang dokter gigi bernama Horace
Wells beserta istrinya sedang menonton pertunjukan gas ketawa.
Pertunjukan yang dipandu Quincy Colton tersebut mendemonstrasikan efek
dari gas ketawa. Colton meminta beberapa penonton untuk menghirup gas
ketawa. Samuel Cooley, salah seorang yang ikut menghirup gas ketawa
menunjukkan perilaku aneh. Perilaku Cooley menjadi kasar. Ia dan
penonton lainnya berkelahi hingga babak belur. Akibat perkelahian itu,
Cooley menjadi terluka dan tubuhnya penuh dengan darah. Meskipun
demikian, Cooley tidak merasa sakit. Ia baru merasakan sakit setelah
pengaruh gas ketawa habis.
Kejadian tersebut rupanya
menginspirasi Wells untuk menggunakan gas ketawa dalam operasi
pencabutan gigi. Pada saat itu, pencabutan gigi sangat menyakitkan.
Menurut pemikiran Wells, jika gas ketawa dapat membuat orang tahan
terhadap sakit yang dideritanya seperti yang dialami Colley, hal yang
sama juga mungkin akan dirasakan pasiennya seandainya mereka diberikan
gas ketawa.
Horace Wells tidak menunggu waktu untuk menguji
dugaannya. Keesokan harinya, ia meminta rekan kerjanya, yaitu dokter
John Riggs untuk mencabut gigi gerahamnya yang telah membusuk.
Sebelumnya, Wells menghirup gas ketawa yang diperolehnya dari Colton.
Begitu Wells tidak sadarkan diri, dokter Riggs segera mencabut gigi.
Operasi berjalan lancar. Pengaruh gas ketawa yang dihirup Wells habis
seiring berakhirnya operasi. Wells mengaku bahwa ia tidak merasakan
sakit selama operasi. Wells kemudian meminta Colton untuk mengajarinya
cara membuat dan menggunakan gas ketawa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar